Latihan Soal Online - SD - SMP - SMA
Buku itu ditulis ala “gleyengan”, yaitu cara penyajian secara tidak langsung yang ringan, penuh canda tidak ngotot. Suatu cara yang peka budaya, yang melekat pada kebudayaan tertentu (Jawa). Gleyengan baru terasa kekhasan dan daya gunanya jika berlangsung antara priyayi dan wong cilik, hingga bisa dimaklumi jika peran wong cilik (para pembantu Pak Ageng) dalam buku ini berarti menghidupkan kisah/cerita yang dituturkan penulisan.
Mencermati kutipan resensi tersebut kita melihat adanya satu masalah yang dibahas, yaitu ….
A. Peran wong cilik bagi priyayi.
B. Gaya Umar Kayam menulis buku.
C. Konsep gleyengan menurut Umar Kayam.
D. Perbedaan priyayi masa lalu dan masa sekarang.
E. Manfaat buku Umar Kayam dalam perkembangan sastra.
Pilih jawaban kamu:
